Peralatan Gardu Induk (4)

Transformator Tegangan

Transformator tegangan adalah trafo satu fasa yang menurunkan tegangan tinggi menjadi tegangan rendah yang dapat diukur dengan volt meter yang berguna untuk indikator, rele dan alat sinkronisasi. Ada dua macan transformator tegangan, yakni:

Transformator Tegangan Magnetik

Prinsip kerjanya seperti transformator daya. Meskipun demikian, rancangan transformator tegangan magnetik berbeda didalam beberapa hal seperti:

  • Kapasitasnya kecil (10-150 VA)
  • Faktor ratio dan sudut fasa transformator tegangan sisi primer dan tegangan sekunder dirancang sedemian rupa supaya faktor kesalahan menjadi kecil.
  • Salah satu ujung kumparan tegangan tinggi selalu diketanahkan.
  • Transformator tegangan kutub tunggal yang dipasang pada jaringan tiga fasa disamping belitan pengukuran, biasanya dilengkapi lagi dengan belitan tambahan yang digunakan untuk mendeteksi arus gangguan tanah. Belitan tambahan dari ketiga transformator tegangan dihubungkan secara seri, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1 di bawah ini.
trafo magnetik
Gambar 1. Transformator Tegangan Magnetik
  • Pada kondisi normal tidak muncul tegangan pada terminal Vab, tetapi jika terjadi gangguan tanah pada salah satu fasanya, maka tegangan yang tidak terganggu naik sebesar √3 dari tegangan semula sehingga pada terminal Vab akan dibangkitkan tegangan sebesar 3 Vn. Tegangan ini akan memberi penguatan pada rele gangguan fasa ke tanah. Tegangan pengenal belitan gangguan tanah biasanya dipilih sedemikian rupa sehingga saat gangguan tanah Vab mencapai harga yang sama dengan tegangan sekunder fasa-fasa.

 

Transformator Tegangan Kapasitip

Karena alasan ekonomis maka transformator tegangan menggunakan pembagi tegangan dengan menggunakan kapasitor sebagai pengganti trafo tegangan induktif. Pembagi tegangan kapasitif dapat digambarkan seperti Gambar 2 dibawah ini.

trafo kapasitif1

trafo kapasitif2

 

Gambar 2. Transformator Tegangan Kapasitif

Rancangan transformator tegangan kapasitor adalah gulungan kertas yang dibatasi oleh lembaran aluminium yang merupakan bentuk kapasitor (dua plat paralel) sehingga bentuknya ramping dan dapat dimasukan ke dalam tabung poselin (keramik). Belitan resonansi dan belitan transformato magnetik intermediasi ditempatkan di dalam bejana logam. Terminal K dapat ditanahkan langsung atau dihubungkan dengan alat komunikasi yang sinyalnya menumpang pada jaringan sistem. Agar efektif sebagai kopling kapasitor, maka besarnya kapasitansi C1 dan C2 secara perhitungan harus memiliki nilai minimum 4400 pF.

Keburukan transformator tegangan kapasitor adalah terutama karena adanya induktansi pada transformator magnetik yang non linier yang mengakibatkan osilasi resonansi yang timbul menyebabkan tegangan tinggi yang cukup besar dan menghasilkan panas yang tidak diingikan pada inti magnetik dan belitan sehingga menimbulkan panas yang akan mempengaruhi hasil penunjukan tegangan. Diperlukan elemen peredam yang akan menghasilkan tidak ada efek terhadap hasil pengukuran walaupun kejadian tersebut hanya sesaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: