PERALATAN YANG MENGGUNAKAN MINYAK ISOLASI

Minyak isolasi secara umum digunakan pada peralatan tegangan tinggi sebagai bahan dielektrik, bahan pendingin dan bahan pemadam busur api. Peralatan tegangan tinggi yang mempergunakan minyak sebagai bahan isolasi adalah : transformator daya, kapasitor daya, kabel daya dan pemutus tenaga. Penggunaan minyak isolasi pada beberapa peralatan tenaga tinggi tersebut dijelaskan di bawah ini.

1. Transformator Daya

Transformator daya adalah salah satu komponen sistem tenaga listrik. Peralatan ini dibutuhkan untuk memperoleh tegangan sistem penyaluran yang ekonomis.

Transformator memerlukan minyak isolasi untuk mengisolasi bagian-bagian trafo yang berbeda tegangan, yaitu isolasi antar belitan, isolasi belitan dengan inti, dan isolasi belitan dengan badan (casing) transformator. Di samping itu, minyak isolasi juga berfungsi sebagai bahan pendingin atau penyalur panas ke sirip-sirip trafo serta sebagai pemadam busur api apabila terjadi percikan-percikan dalam belitan transformator.

Minyak transformator berwarna agak kekuning-kuningan dan ada juga yang hampir tidak berwarna. Minyak transformator merupakan campuran hidrokarbon yang terdiri dari paraffins, iso parafins, naphthalenes dan aromatik.

Dalam kondisi operasi, minyak dikenai pemanasan yang lama dan sebagai akibatnya minyak ini akan berangsur-angsur mengalami proses penuaan/pemburukan. Dengan bertambahnya waktu, minyak menjadi lebih gelap akibat pembentukan asam-asam dan resin, atau kotoran pada minyak. Beberapa dari senyawa asam ini bersifat korosif terhadap bahan-bahan isolasi padat dan bagian-bagian logam transformator. Timbunan kotoran pada inti transformator, belitan transformator dan saluran minyak akan mengurangi sirkulasi minyak dan selanjutnya akan menurunkan kemampuan penyaluran panas.

Pada prakteknya, faktor-faktor utama yang menyebabkan pemburukan  minyak transformator adalah adanya udara (menyebabkan teroksidasinya minyak) dan pengaruh suhu. Agar udara betul-betul tidak masuk, dipakai transformator yang ditutup rapat dengan sistem pengaturan yang cocok untuk menghadapi pengembangan minyak. Umumnya pencegahan masuknya udara dicapai dengan menggunakan kotak cadangan minyak dengan sistem pernafasan. Pada transformator yang dewasa ini dipergunakan, pengaruh oksidasi diperkecil dengan merancang transformator sehingga terjadinya oksidasi dapat dikurangi. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan :

  1. Mengisi ruang udara pada trafo dengan gas nitrogen
  2. Menyediakan penyerap oksigen seperti alumina
  3. Menyegel transformator.

Pada transformator minyak yang baru dari penyulingan, kandungan air tidak boleh melampaui 50 ppm.

Ada perjanjian umum bahwa kandungan air dari minyak transformator harus dibatasi sebagai berikut :

  1. Transformator 132 kV, kandungan air 25-30 ppm
  2. Transformator 220 kV, kandungan air 15-20 ppm

Adanya air menurunkan kuat dielektris minyak transformator. Partikel-partikel kecil debu dari benang-benang yang ada dalam minyak siap menyerap partikel-partikel air yang mengambang sebagai emulsi atau larut dalam minyak dan menjembatani celah-celah elektroda.

2. Kapasitor Daya

Kapasitor daya banyak digunakan pada peralatan-peralatan tenaga listrik, baik yang berfungsi sebagai filter, perbaikan faktor daya (cos phi) maupun untuk regulasi tegangan. Disamping itu kapasitor daya dapat juga digunakan sebagai kapasitor pemuat pada generator tegangan impuls dan sebagai penyimpan energi.

Penggunaan minyak isolasi pada kapasitor berfungsi sebagai bahan dielektrik, sebagai pendingin, dan sebagai pencegah terjadinya rongga udara di antara elektroda kapasitor. Sifat-sifat yang harus dimiliki oleh minyak isolasi pada suatu kapasitor adalah faktor daya dielektrik (Tg delta) yang rendah, viskositas yang rendah dan sifat penyalaan yang rendah.

3. Kabel Daya

Penggunaan minyak isolasi pada kabel daya adalah sebagai bahan isolasi yang mengisolir perisai konduktor dengan isolasi terluarnya. Minyak isolasi juga berfungsi sebagai pendingin pada kabel daya. Sifat-sifat yang harus dimiliki isolasi pada kabel daya adalah viskositas minyak isolasi harus sangat rendah, tahanan isolasi tinggi, koefisien muai yang rendah, dan tak bereaksi dengan asam atau alkali pada suhu kerja serta bebas dari kandungan gas.

4. Pemutus Tenaga

Suatu Pemutus Tenaga merupakan suatu saklar yang otomatis memutuskan rangkaian ketika arus melampaui arus yang diijinkan saat Pemutus Tenaga membuka,       di antara kontak terjadi busur api. Pemadaman busur api saat bekerjanya pemutus tenaga sangat penting, karena busur api tersebut dapat merusak peralatan maupun komponen-komponen pemutus tenaga itu sendiri. Minyak isolasi pada pemutus tenaga berfungsi sebagai pemadam busur api tersebut. Sifat-sifat yang harus dimiliki isolasi pada peralatan pemutus tenaga adalah sifat penyalaan yang rendah dan tidak menimbulkan perkaratan pada peralatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: