Teknologi Surya Thermal

Pengering Rumah Kaca

Pemanfaatan Produktif Energi Terbarukan Melalui Pemberdayaan Jender di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Jawa Barat

Pelaksanaan proyek “Pemanfaatan Produktif Energi Terbarukan Melalui Pemberdayaan Jender” dilaksanakan oleh Proyek Pemberdayaan Jender Biro Kepegawaian DESDM bekerjasama dengan CREATA IPB. Proyek tersebut telah selesai dilakukan untuk mengembangkan 2 (dua) unit teknologi pengering tenaga surya (spesifikasi teknis terlampir), yaitu untuk pengering makanan di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara dan pengering pakan ternak di Kecamatan Cibiru, Kodya Bandung, keduanya di Propinsi Jawa Barat.

Pengelola teknologi pengering makanan tenaga surya di Kelurahan Cipageran adalah Koperasi Barrak, yaitu koperasi pemasaran di bidang pakaian, makanan, dll yang beranggotakan pengusaha-pengusaha industri rumah tangga (tergolong kelompok usaha kecil dan menengah – UKM). Kegiatan utama Koperasi Barrak adalah memasarkan hasil-hasil produksi kegiatan usaha anggotanya baik di koperasi maupun melalui pameran-pameran di berbagai kantor instansi.

Pelaksanaan Proyek “Pemanfaatan Produktif Energi Terbarukan Melalui Pemberdayaan Jender” yang dilaksanakan di Koperasi Barrak antara lain:

  • Pembangunan alat pengering tenaga surya

Alat pengering tenaga surya dibangun tidak jauh dari Koperasi Barrak (± 20 m) di Kelurahan Cipageran dengan biaya sebesar Rp. 18 juta (ditambah ± Rp. 2 juta untuk biaya transportasi peralatan).

  • Pelaksanaan training

Training pengeringan makanan dengan memanfaatkan teknologi pengering tenaga surya dilaksanakan pada tanggal 29 November – 2 Desember 2004 di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Bina Warga, Kelurahan Cipageran, Cimahi. Peserta training sebanyak 20 orang wanita terdiri dari anggota koperasi yang bergerak dalam usaha produksi makanan (rangginang dan dendeng jantung pisang) dan penduduk sekitar koperasi.

  • Pemanfaatan teknologi pengering makanan tenaga surya

Saat ini teknologi pengering makanan tenaga surya di Koperasi Barrak dimanfaatkan untuk mengeringkan dendeng jantung pisang yang seluruhnya dikerjakan oleh wanita. Dengan pemanfaatan teknologi pengering tenaga surya proses produksi dan kualitas produk meningkat dibandingkan dengan produksi semula yang menggunakan oven pengering berbahan bakar minyak tanah. Keuntungan penggunaan pengering tenaga surya antara lain:

  • Kapasitas produksi meningkat. Produksi semula 80 kantung dendeng/hari (6 kg) menjadi 250 kantung dendeng/hari (± 20 kg). Karena kemampuan produksi para pekerja masih rendah, jumlah produksi ini (250 bungkus/hari) belum memanfaatkan kapasitas maksimal alat pengering. Sampai saat ini hanya 3-4 tingkat digunakan dari 10 tingkat yang ada.
  • Penghematan biaya untuk bahan bakar yang sebelumnya menggunakan minyak tanah, kini memanfaatkan energi surya dan biomassa. Pembakaran biomassa (arang kayu atau batok kelapa) dilakukan bila kondisi cuaca tidak memungkinkan. Biomassa yang digunakan untuk pengeringan sebanyak 6 kg/hari. Apabila makanan disimpan dalam pengering pada malam hari, dibutuhkan bahan bakar biomassa sebanyak 2 kg untuk menjaga suhu makanan.
  • Kualitas produk makanan meningkat, yaitu warna dan rasa semakin mendekati dendeng sapi, tidak hangus atau basah.

Untuk selanjutnya, alat pengering tenaga surya ini juga akan dimanfaatkan untuk mengeringkan selai pisang madu dan tepung pisang batu.

  • Alat pengering tenaga surya di Koperasi Barrak ini dirasakan sudah memadai, namun pengusaha makanan mengharapkan kapasitas dan ukurannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Dengan kapasitas yang tersedia saat ini, pengguna alat pengering di Koperasi Barrak merasakan kapasitasnya terlalu besar, mengingat rendahnya kemampuan produksi bahan dasar makanan. Untuk itu, produsen makanan di Koperasi Barrak mengharapkan bantuan untuk meningkatkan kemampuan produksi bahan dasar makanan (alat penumbuk, dll).

PENGERING EFEK RUMAH KACA

TEKNOLOGI

•  SPESIFIKASI PENGERING

Bentuk : Limas heksagonal

Ukuran:

  • Sisi terpendek bagian bawah : 2 m
  • Sisi terpendek bagian atas : 1 m
  • Tinggi : 2 m

Jenis bahan:

  • Dinding : polikarbonat
  • Rangka : besi
  • Alas nampan : stainless steel
  • Dinding tungku : concrete
  • Batas ruang dan tungku : besi dan seng
  • Cerobong : pipa besi

Komponen fungsional:

  • Ruang pengering
  • Rak yang terdiri dari 60 nampan, 10 tingkat
  • Pengaliran udara: Kipas vortex dan kipas list rik 65 W
  • Ruang pembakaran, terletak pada bagian bawah.

•  PRINSIP KERJA PENGERING

Prinsip kerja pengering adalah sebagai berikut:

  • Iradiasi matahari yang bergelombang pendek masuk melalui dinding transparan, dan emudian diserap oleh komponen-komponen pengering yang berada di dalam ruang, seperti: lantai, rak, pipa cerobong, dan produk yang dikeringkan.
  • Proses absorpsi tersebut akan meningkatkan suhu dari komponen-komponen tersebut. Iradiasi panas akan dipancarkan oleh komponen-komponen tersebut dalam gelombang panjang. Karena gelombang panjang tersebut sulit untuk melalui dinding transparan, maka sebagian besar akan dipantulkan kembali ke dalam ruangan dan menyebabkan peningkatan suhu berikutnya.
  • Suhu udara yang tinggi menyebabkan terjadinya proses penguapan air dari produk yang lebih besar, dan uap air yang meninggalkan produk menyebabkan kelembaban di dalam ruangan akan meningkat.
  • Untuk menjaga agar proses penguapan tetap berlangsung, kelembaban di dalam ruangan harus dijaga pada tingkat yang memadai. Untuk itu, pengaliran udara dari luar dilakukan dengan menggunakan kipas listrik yang terletak di bagian bawah ruang pengering, untuk menggantikan udara yang telah basah tersebut. Selain itu, kipas vortex pada bagian atas juga dipasang, dimana kipas ini akan bekerja ketika kecepatan angin diluar cukup memadai.

Pengering ini juga dilengkapi dengan tungku pembakaran dengan bahan bakar biomassa untuk mengantisipasi kekurangan energi panas pada malam hari dan pada saat hujan. Bahan bakar yang biasa digunakan adalah batok kelapa dan ranting-ranting pepohonan. Sisa pembakaran dialirkan melalui cerobong asap. Panas yang dihasilkan dari pembakaran berkonduksi melalui cerobong asap serta pembatas ruang dan tungku yang terbuat dari besi. Temperatur di dalam pengering dapat mencapai 40

Teknologi Tepat Guna

Minto, Bapak Teknologi Tepat Guna dari Madiun

Sosoknya sangat sederhana. Beliau merupakan seorang guru SD di Madiun. Warga Desa Mruwak, Kecamatan Dagangan, Kabupoten Madiun ini banyak mempunyai ide yang akhirnya menghasilkan karya-karya yang dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia . Dengan ide dan kemampuannya dalam mengembangkan berbagai macam teknologi tepat guna, Minto telah berhasil menarik perhatian berbagai kalangan masyarakat dan pemerintah. Pada tahun 2002, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bapak Purnomo Yusgiantoro telah mengunjungi kediamannya. Bapak Menteri tertarik dengan penemuan Minto yang memanfaatkan energi surya.

Minto hanyalah seorang Guru SD yang mempelajari ilmu pengetahuan alam dari buku SD. Ia mengaku, apa yang terlintas di pikirannya itulah yang ia buat. Minto merupakan sosok sederhana dengan pemikiran yang kritis terhadap proses alam. Peralatan yang diciptakannya menggunakan energi yang gratis dan bersih, sehingga ramah lingkungan. Ambisinya membuat berbagai peralatan sederhana dengan biaya murah, namun bermanfaat, telah membuatnya berhasil mengembangkan peralatan sebagai berikut:

•  Kompor surya;

•  Pemanas air tenaga surya;

•  Pengering surya termal untuk hasil pertanian dan perikanan;

•  Alat penyuling air tenaga surya;

•  Rumah surya (masih dalam proses pembangunan sebagai pilot project).

Semoga Minto akan terus menghasilkan karya-karya gemilang yang bermanfaat bagi masyarakat luas di Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: